Anak Sampang yang Disuka Banyak Orang

Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) memutar rekaman pembicaraan Anggodo Widjojo dengan sejumlah pejabat penegak hukum ternyata tidak seberat ketika MK memutus sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. Maklum, kontestan pada Pilpres 2009 merupakan tiga kekuatan besar. ”Anggodo siapa sih, apa yang ditakuti dari dia.

Tapi, kalau pemilihan presiden kanAnda tahu. Ada tiga kekuatan politik yang besar. Ini lebih berat.Tapi apa yang terjadi, ketiga kekuatan yang besar itu tidak pernah memengaruhi saya, baik langsung maupun tidak langsung,”ujar Ketua MK Mahfud kepada beberapa waktu lalu. Sebagaimana diketahui, pada 12 Agustus 2009 MK memutuskan menolak gugatan yang diajukan pasangan Megawati Soekarnoputri- Prabowo Subijanto dan pasangan Jusuf Kalla (JK)- Wiranto terkait hasil pilpres. MK menyatakan Pilpres 2009 sah berdasarkan konstitusi.

Kalaupun terdapat berbagai pelanggaran, kecurangan, dan daftar pemilih tetap (DPT) ganda selama pelaksanaannya, berbagai kecurangan dan pelanggaran itu tidak terstruktur, masif, serta sistematis. Dengan demikian, gugatan kedua pasangan itu terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak berpengaruh sama sekali atas komposisi perolehan suara ketiga pasangan capres-cawapres peserta Pilpres 2009.Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono tetap menduduki posisi teratas dengan perolehan 62%, disusul Megawati- Prabowo, kemudian JK-Wiranto.

Boleh jadi integritas dan ketokohan Mahfud MD dalam memimpin MK membuat dua pasangan yang mengajukan gugatan menghormati keputusan MK.”Sesudah sidang hasil pemilihan presiden selesai diputus, klien juga agak setengah takjub namun bangga. Karena, setelah putusan dibacakan pada pukul 18.00 WIB, JK sudah menerima putusan MK. Lalu, jam 7 malam Mbak Mega menyatakan memaklumi, memahami,”ujar Mahfud. Setelah beberapa waktu pembacaan putusan, dalam sebuah acara pertemuan Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang digelar di Hotel Sahid, Mahfud dan JK bertemu. Maklum, keduanya adalah anggota KAHMI. Pada kesempatan pidato, JK mengatakan bahwa KAHMI harus bangga karena punya anggota alumni HMI seperti Mahfud.

”Dia adalah seorang intelektual profesional. Setia pada tugasnya. Sehingga meski kalah ketika berperkara dalam pilpres, saya merasa hormat kepada Pak Mahfud dan saya bangga sebagai alumni HMI,”ujar JK dalam pidatonya. Begitu juga ketika dalam acara pernikahan Zannuba Arifah Chafsoh atau yang kerap disapa Yenni Wahid (putri Gus Dur), Mahfud bertemu dengan Prabowo yang datang bersama Luhut Pandjaitan.”Wow, wow, ini Pak Mahfud yang mengalahkan kamu kemarin di pengadilan MK. Bagaimana, Kamu mau protes nggak?” kata Luhut kepada Prabowo.

Lalu Prabowo menjawab,”Kalau yang memutus bukan Pak Mahfud, saya demo MK itu. Tapi, karena Pak Mahfud yang memutus, saya mau ngajakdemo nggak ada yang ikut.”kata Mahfud menirukan apa yang diucapkan Prabowo pada pertemuan itu. Gaya kepemimpinan Mahfud yang bisa diterima banyak kalangan tidak terlepas dari pengalaman yang sudah dia lalui. Sementara gaya bersemantik yang selama ini identik dengan Mahfud sejatinya banyak dia peroleh dari Gus Dur, selain pengalamannya sebagai aktivis mahasiswa, khususnya di HMI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel