Boediono dipanggil Presiden SBY

Menjelang pembacaan pandangan akhir Pansus Hak Anget DPR, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seharian kemarin melakukan sejumlah aktivitas. Dari pantauan wartawan, kegiatan yang dilakukan adalah menerima Wakil Presiden (Wapres) Boediono, menteri dari Partai Demokrat, dan menteri loyalis dari nonpartai. Presiden juga berkesempatan menerima Jaksa Agung Hendarman Supandji. Seluruh kegiatan yang dipusatkan di Wisma Negara dilakukan tertutup dan tidak bisa diliput wartawan. Untuk menghindari peliputan wartawan, semua mobil dinas menteri yang masuk ke kompleks Istana Kepresidenan harus melalui pintu depan Sekretariat Negara yang langsung menembus ke dalam pintu masuk Wisma Negara.

Presiden memulai kegiatan sesaat setelah tiba di Istana dari kediaman pribadinya sekitar pukul 10.00 WIB. Presiden mengawali kegiatan dengan menerima Wapres Boediono. Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha saat dimintai konfirmasi menjelaskan bahwa pertemuan itu adalah pertemuan biasa Presiden dan Wapres selaku pemimpin negara. Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat menjelaskan, kedatangan Wapres ke Istana Negara setelah dipanggil mendadak Presiden. Hanya, dalam rangka untuk apa pemanggilan tersebut, dia mengaku tidak tahu pasti.“Wapres memang dipanggil mendadak oleh Presiden untuk membicarakan berbagai agenda,” katanya kepada pers di Istana Wapres Jakarta kemarin.

Yopie menduga Presiden dan Wapres melakukan koordinasi penanganan masalah kenegaraan yang akan dilakukan, terutama setelah ibunda Presiden dirawat di Rumah Sakit Husada, Jakarta.Hal lain yang membutuhkan koordinasi adalah rencana pertemuan internasional lingkungan hidup di Bali. ”Saya belum bisa memastikan apakah Wapres akan menggantikan Presiden yang sedianya akan membuka pertemuan di Bali besok,”kata Yopie. Ditanya mengenai kemungkinan Presiden dan Wapres membicarakan masalah Bank Century, mantan pemimpin redaksi sebuah media nasional itu secara diplomatis menegaskan bahwa hal itu bisa saja dilakukan.

“Bisa saja masalah Century akan dibicarakan oleh Presiden dan Wapres kali ini dan mereka juga merupakan salah satu klien Bank Century”katanya. Seusai menerima Wapres, Presiden melanjutkan pertemuan dengan para menteri yang berasal dari Partai Demokrat. Para menteri yang sudah tiba di Wisma Negara sejak pukul 10.45 WIB antara lain Menpora Andi Mallarangeng, Menbudpar Jero Wacik, Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, Menteri ESDM Darwin Saleh, dan Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan. Bersama mereka, tampak hadir menteri dari nonpartaiseperti Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Seskab Dipo Alam. Sore harinya, sekitar pukul 16.30 WIB, Presiden melanjutkan agenda dengan memanggil Jaksa Agung Hendarman Supandji.

Menurut informasi, saat dipanggil, Hendarman sedang menerima Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Kejaksaan Agung. Menkopolhukkam Djoko Suyanto yang dimintai konfirmasi membantah kegiatan Presiden SBY yang berlangsung sejak pagi hari sampai pukul 18.30 WIB membicarakan pandangan akhir Pansus dan lobi-lobi politik dengan mitra koalisi Partai Demokrat. Sebagai misal, dirinya menghadap Presiden SBY untuk membahas rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Jakarta dan DI Yogyakarta pada pertengahan Maret mendatang.

“ Sorenya saya dengan Menteri PertahananmembahastentangUniversitas Pertahanan,”ujar Djoko. Begitu juga dengan kedatangan Jaksa Agung Hendarman Supandji, sepengetahuannya adalah untuk membahas tindak lanjut pemberian grasi dan remisi untuk anak-anak yang terkena kasus hukum. Djoko mengungkapkan, pertemuan juga dihadiri Menkumham Patrialis Akbar. Sementara Julian menjelaskan, pertemuan Presiden dengan para menteri dari Partai Demokrat sebagai agenda rutin.

Dalam pertemuan tersebut Presiden mengupdate perkembangan terakhir di tiap departemen. Julian membantah bahwa pertemuan itu membahas pula tentang reshufflekabinet. Mantan Wakil Dekan FISIP UI ini juga membantah bahwa pertemuan membahas mitra koalisi. Seperti diberitakan sebelumnya, Senin malam (22/2) Presidenberencanamenerima para mitra koalisinya di kediaman pribadinya di Puri Cikeas Bogor.Namun pertemuan itu batal terlaksana. Sementara itu Hatta Rajasa mengaku tidak tahu-menahu soal pemanggilan seluruh menteri dari Demokrat ke Wisma Negara. Meski demikian, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai wajar pertemuan Presiden dan para menterinya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel