Kilas Balik Tradisi POTY

Tradisi POTY mulai diselenggarakan sejak 2005. Pada kesempatan itu, memilih tiga kategori pemenang, yaitu di bidang politik, hukum, dan agama yang masing-masing diraih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (politik), Jenderal Pol Sutanto (hukum), dan KH Abdullah Gymnastiar (agama). SBY memiliki gaya kepemimpinan dan peran yang sangat besar dalam membawa Indonesia di era transisi demokrasi.

Dia adalah presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat. Kemudian, mantan Kapolri Sutanto layak mendapatkan anugerah karena berani menindak dan memberantas kasus korupsi, perjudian, dan narkoba. Adapun Aa Gym sangat istimewa karena dia adalah rohaniwan yang selalu bertutur kata halus, sederhana, dan mengedepankan toleransi. Untuk POTY 2006, SBY dan Sutanto kembali mendapatkan kehormatan terpilih sebagai tokoh terbaik, masing-masing di bidang politik dan hukum. Sementara kategori agama dihilangkan dan diganti dengan kategori ekonomi dan budaya.

Para pemenang untuk kategori ekonomi ialah mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie, sedangkan kategori budaya adalah budayawan Emha Ainun Najib. Pada POTY 2007, kategori politik diraih Sri Sultan Hamengku Buwono. Ketokohan, kepemimpinan dan kesederhanaan yang dimiliki Sri Sultan membuat dia tampak bersinar di mata rakyat. Untuk kategori hukum, tokoh terbaik diraih Taufiequrrahman Ruki. Perannya saat itu sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan dukungan luas dari masyarakat karena dia memimpin sebuah lembaga yang merupakan ujung tombak pemberantasan korupsi.

Berikutnya, kategori Tokoh Terbaik 2007 Bidang Ekonomi diraih Menteri Keuangan Sri Mulyani. Birokrat cum akademisi yang satu ini mampu menjaga stabilitas ekonomi dan moneter Indonesia pada saat ekonomi sedang tidak menentu. Terakhir untuk kategori budaya, terpilih nama Sardono W Kusumo, seniman yang juga pengajar di Institut Kesenian Jakarta. Pada penganugerahan penghargaan Tokoh Terbaik 2007, kami melakukan perubahan di tingkat metodologi.

Jika tahun-tahun sebelumnya konstruksi POTY menggunakan pendekatan kuantitatif atau survei, pada POTY 2007 kami menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Perumusan nominasi dilakukan melalui FGD panel expert dan hasilnya dilempar kepada masyarakat dalam bentuk jajak pendapat. Setelah hasil survei diketahui, finalisasi pemenang kembali diberikan ke tangan dewan juri pada saat FGD tahap kedua. Metodologi ini dinilai lebih feasibledan dipertahankan hingga sekarang. Pada 2007 pula, untuk pertama kalinya memasukkan Issue of The Year pilihan masyarakat. Issue of The Year adalah isu-isu yang paling menarik perhatian masyarakat pada tahun bersangkutan sekaligus harapan agar isu tersebut dapat segera diselesaikan.

Untuk tahun 2007, pemberantasan korupsi terpilih sebagai isu yang paling menyedot perhatian. Pada POTY 2008, Presiden SBY kembali menerima penghargaan POTY untuk kategori politik, begitu pula dengan Sri Mulyani yang kembali meraih POTY untuk kategori ekonomi. Untuk tokoh hukum terbaik 2008, ada yang berbeda. Tidak seperti sebelumnya di mana pemenang kategori hukum merupakan pimpinan lembaga tinggi, pemenang POTY 2008 di bidang hukum berasal kalangan masyarakat sipil (civil society). Dia adalah Suciwati, istri mendiang aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir. Suciwati layak menerima penghargaan karena dinilai sebagai aktivis yang tegar dan tidak pernah menyerah mencari keadilan sehingga menjadi inspirasi banyak orang.

Sementara di kategori budaya, anugerah POTY 2008 diraih aktor papan atas DeddyMizwar. Peran berikut karya-karya sang ”Jenderal Nagabonar”, baik sebagai aktor maupun sutradara di layar kaca dan layar lebar yang sangat di sukai penonton setianya dan telah memukau perhatian banyak pemirsa. Sementara untuk Issue of The Year2008, pemberantasan korupsi kembali terpilih sebagai isu paling hangat. Pada 2009, kembali melakukan perubahan yang cukup fundamental.

Kami menghilangkan perumusan kategori- kategori baku yang selama ini digunakan, yaitu kategori politik, hukum, ekonomi, dan budaya, untuk dileburkan menjadi satu kategori saja dengan nama People of The Year. Mengapa demikian? Hal itu semata-mata dilakukan untuk menghindari stagnasi tokoh di tiap kategori dan kenyataan bahwa terobosan yang dilakukan seseorang dapat menembus batas-batas politik, hukum, ekonomi, dan budaya.

Mulai tahun ini pula, memberikan anugerah kepada empat tokoh yang berperan besar, yaitu sebagai pendidik terbaik, kepala daerah terbaik, wirausahawan terbaik, dan kepada Chris John sebagai Tokoh Muda Kebanggaan Nasional 2009. Untuk Issue of The Year2009, yang terpilih adalah sengketa antar lembaga penegak hukum, yaitu KPK dan kepolisian, dalam kasus penahanan pimpinan KPK.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel