Mencari Tokoh Terbaik

Kutipan ungkapan pengarang asal AS Steven Covey di atas seolah menggambarkan konstruksi realitas seorang Mahfud MD. Konsistensi Mahfud dalam mendukung perubahan, berani menyodorkan alternatif, dan memegang teguh prinsip itulah yang membuat staf pengajar dan guru besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu terpilih sebagai People of The Year 2009 versi harian. Prof Dr Moh Mahfud MD, pimpinan Mahkamah Konstitusi (MK), menjadi yang terbaik pilihan masyarakat atas berbagai terobosan dan keputusan penting yang dibuatnya sepanjang tahun 2009 yang berdampak besar dan memberikan inspirasi bagi kehidupan masyarakat secara luas. Berbagai terobosan ia tuangkan mulai dari keputusan pemilihan kepala daerah ulang di Jawa Timur, diperbolehkannya penggunaan kartu tanda penduduk (KTP) untuk menyalurkan hak pilih dalam pemilu, serta keputusan fenomenal diputarnya rekaman pembicaraan terkait rekayasa kasus penahanan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Pria kelahiran Sampang, Madura, 13 Mei 1957 itu mengungguli sembilan kandidat lain dalam penentuan pemenang People of The Year(POTY) 2009. Tokoh-tokoh lain yang masuk nominasi ialah mantan Direktur Umum PT Pertamina Ari H Soemarno, petinju profesional Chris John, Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho, Direktur Umum PT Garuda Indonesia Emirsyah Sattar, Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas, seniman Iwan Abdulrachman, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, dosen cumaktivis perempuan Siti Musdah Mulia, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Munculnya nama Mahfud MD sebagai pemenang POTY setelah melalui proses seleksi metodologi yang ketat dan bertahap. Namun, sebelum membahas lebih jauh konstruksi metodologi terpilihnya Mahfud MD, kiranya perlu diuraikan dahulu landasan epistemologis POTY 2009. Termasuk alasan mengapa merasa perlu membuka tradisi pemberian penghargaan kepada tokoh melalui POTY.

Mengapa kita mengidamkan seorang tokoh dan kenapa POTY? Atas pertanyaan itu, kami harus mengatakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan sedang mengarungi proses perubahan di berbagai bidang, baik politik, ekonomi, hukum maupun budaya berikut dengan berbagai persoalan yang membelitnya.

Dengan total populasi yang hampir mencapai 240 juta jiwa beserta berbagai kemajemukannya, ditambah potensi sumber daya alam yang tiada terhingga, bangsa ini menyimpan energi yang luar biasa untuk melakukan perubahan. Namun, potensi yang besar itu tidak mungkin dapat digerakkan tanpa adanya proses dialektis yang dihasilkan dari pergulatan pemikiran, diskursus, dan terobosan-terobosan.

Di dalam pusaran itulah muncul tokoh-tokoh yang memiliki andil besar dalam proses dialektis, menjadi perubahan (agent of changes). Konstruksi itulah yang mengilhami lahirnya POTY. Komitmen menjadi corong yang menampilkan tokoh-tokoh berpengaruh beserta sepak terjangnya yang dinilai penting, yang menawarkan terobosan dan mengandung inspirasi bagi masyarakat.

Bagaimana Mahfud Dipilih?

Proses jalannya POTY 2009 hingga muncul nama Mahfud MD dilakukan secara objektif dengan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pemilihan itu sendiri dilakukan melalui tiga tahap, yaitu focus group discussion(FGD) tahap pertama, survei nominasi hasil FGD ke masyarakat, dan FGD penentuan pemenang. Pada FGD tahap pertama,kami menyeleksi namanama tokoh hingga dijaring 10 tokoh yang layak untuk dimasukkan nominasi.

Untuk proses FGD, kami mengundang juri yang beranggotakan para pakar yang representatif, kompeten, dan kredibel di bidangnya. Mereka adalah mantan hakim agung H Benjamin Mangkoedilaga, birokrat dan pemerhati lingkungan hidup Erna Witoelar. Kemudian Profesor Riset di Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti, guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana.

Kami turut pula mengundang guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali, Dekan School of Diplomacy Universitas Paramadina Dinna Wisnu, Presiden Direktur Indomobil Gunadi Sindhuwinata, Sekjen DPD Siti Nurbaya, dan budayawan Putu Wijaya. Seluruh anggota dewan juri yang diwakili Pemimpin Redaksi Sururi Alfaruq, memiliki hak suara dan hak pilih. Pada FGD tahap pertama, setelah melalui perdebatan dan adu pendapat yang seru, seluruh anggota dewan juri akhirnya memutuskan 10 nama terbaik yang akan dimasukkan nominasi.

Ke-10 nama ini kemudian ditawarkan ke masyarakat melalui jajak pendapat untuk mendapatkan lima nama teratas. Jajak pendapat diselenggarakan melalui percakapan lewat telepon kepada 2.050 responden yang dipilih secara acak di sembilan kota besar di Indonesia. Setelah hasil jajak pendapat diketahui, lima nomine mendapat suara tertinggi, yaitu Chris John, EmersonYuntho, Iwan Abdurrahman, M Mahfud MD,dan Sri Mulyani. Untuk menentukan siapa pemenang dari lima nama di atas, kami kembali mengundang dewan juri untuk melakukan FGD tahap final.

Tidak seperti FGD tahap pertama, FGD tahap kedua berlangsung lebih dinamis dan disertai perdebatan sengit. Awalnya, hampir semua juri menilai tidak ada alasan yang tepat untuk tidak memberikan anugerah POTY 2009 kepada Mahfud MD. Sebab, dalam kapasitasnya sebagai pimpinan MK, Mahfud telah menunjukkan kinerja cemerlang sepanjang 2009 dan memenuhi segala kriteria. Terutama atas keberaniannya memutar rekaman percakapan rekayasa kasus pimpinan KPK. Rhenald Kasali menilai, keputusan itu merupakan terobosan besar karena telah membuat masyarakat tersadar akan realitas dunia hukum yang selama ini terkesan ditutup-tutupi.”

Dengan cara berpikir yang sederhana, Mahfud berani menerobos aspek-aspek formal yang selama ini dianggap sebagai tabu, sebagai mitos yang tidak bisa dibongkar, dan efek dari terobosan itu akan sangat panjang,”ujarnya. Namun, Putu Wijaya kemudian menggugat konsensus tersebut dan mengajak juri lain untuk memperhitungkan Chris John karena prestasinya membawa kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

”Bisakah kita memberikan kesempatan kepada orang yang inspiratif seperti Chris untuk mendapatkan penghargaan? Dia berjuang dengan kesederhanaan, ketekunannya, tanpa meminta imbalan apa pun, bahkan dia main sampai babak belur,”ujar Putu. Melalui uraian panjang lebarnya mengenai sosok Chris John, Putu telah melakukan kontradiskursus (counter-discourse), mengalihkan perdebatan para juri yang didominasi melulu soal ”Mahfud MD dan rekaman percakapan rekayasa kasus pimpinan KPK”.

Putu mencoba menarik bandul berpikir para juri yang cenderung fokus pada wacana hukum dan politik yang disebutnya sebagai ”elitis”dan mengajak untuk membicarakan Chris John yang lebih populis dan membanggakan masyarakat. Putu memaparkan,persoalan yang menjangkiti bangsa ini hanya dapat diobati dengan kebanggaan yang dihasilkan dari tokoh yang mampu mengharumkan nama bangsa seperti Chris John.”Jangan lupa, Chris berhasil menang di Amerika, negara yang selama ini mengejekejeknya. Ia seolah-olah menunjukkan kepada mereka bahwa negeri kita ini ternyata masih menyimpan kebanggaan yang luar biasa,” lanjut Putu.Uraian itu sontak membuat hadirin tergugah.Juri yang awalnya memutuskan untuk memilih Mahfud berpikir dua kali.

Namun, akhirnya ditemukan kesepakatan bahwa untuk tahun 2009, Mahfud MD lebih layak untuk menyandang predikat tokoh terbaik. Dinna Wisnu mengatakan,memang banyak isu yang perlu diperhatikan selain ekonomi,hukum,dan politik. Namun, menurutnya challenge terbesar bangsa Indonesia saat ini ialah persoalan politik dan hukum.”Ekonomi sudah ada relnya, politik dan hukum belum ada karena pemerintah sering tidak konsisten. Mahfud ialah satu dari sedikit orang yang berani memperbaiki rel yang belok-belok itu,”ucapnya.

Keputusan juri sudah final. Mahfud ditetapkan sebagai tokoh yang paling layak menerima penghargaan POTY 2009, tetapi juga tidak mengabaikan sosok Chris John yang sangat membanggakan. Karena itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah POTY, muncul ”jalan tengah”kesepakatan antara redaksi dan dewan juri untuk membuat penghargaan khusus kepada Chris John dengan predikat Tokoh Muda Kebanggaan Nasional Tahun 2009.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel