Yang Berprestasi Baik

People of The Year (POTY) yang dilahirkan di tahun 2009 bukanlah sekadar tokoh biasa. Bukan pula tokoh yang hanya populer (the most popular) atau karena memiliki kekuasaan (the most powerful). Namun, tokoh yang terpilih memperoleh penghargaan POTY kali ini adalah tokoh yang benar-benar sangat memberi pengaruh dalam bidang apa pun dan sangat kuat kontribusinya dalam pembangunan karakter bangsa. Tidak secara signifikan bahwa mereka yang populer dan memiliki kekuasaan otomatis akan sangat berpengaruh, tergantung bagaimana mereka menggunakan kepopuleran dan kekuasaannya sehingga menjadi pengaruh. Henry Kissinger pernah menulis, Hu Jianto adalah tokoh yang dengan kekuasaannya bisa memberi pengaruh besar di negaranya maupun di dunia.

Kissinger melukiskan, berpengaruhnya Hu Jianto karena dalam memimpin bisa meningkatkan harmonisasi rakyat dan mampu menjaga kesatuan wilayahnya. Dalam konteks lain, Shirin Abidin, pemenang Nobel 2003 untuk Kategori Penegakan Hak Asasi Manusia asal Iran, menjadi sangat berpengaruh di negaranya karena tidak pernah mengenal lelah memperjuangkan kemerdekaan HAM di negaranya yang supertertutup dan cenderung otoritarian.

MohamadYunus, pendiri Grameen Bank yang juga peraih nobel asal Bangladesh, menjadi sangat berpengaruh karena keberaniannya memberikan bantuan ekonomi kerakyatan tanpa agunan. Karena terobosannya inilah, Yunus menjadi orang sangat berpengaruh dan dicintai rakyat kecil di negaranya. Seperti penghargaan POTY di tahun 2009 yang jatuh pada Prof Dr Mohammad Mahfud MD. Dipilihnya Ketua Mahkamah Konstitusi ini bukan karena kepopuleran dan kekuasaannya.

Faktor yang sangat dominan adalah dia telah membuat terobosan (breakthrough) yang luar biasa dan mampu menjadikannya sebagai pengaruh yang luar biasa pula. Istilah Eisntein, terobosan itu sebagai bentuk cara berpikir yang berani menembus cara-cara di luar kewajaran yang telah menghasilkan substansi kesuksesan yang tidak pernah dicapai sebelumnya.

Dalam sistem ketatanegaraan yang masih sangat dipengaruhi dengan politicking, apa yang telah dilakukan Mahfud, dengan berbagai terobosannya yang bisa memenuhi rasa kebenaran dan keadilan dalam bidang hukum bagi masyarakat, mampu memberikan harapan besar bagi masa depan tegaknya keadilan yang sesungguhnya. Kalau bukan Mahfud, tentu terasa sulit melakukan karena ”harmonisasi”dalam sistem kekuasaan kita masih sangat kuat.

Banyak para tokoh yang memiliki kekuasaan sering terjebak dalam politik harmoni sehingga mereka tidak leluasa bahkan sulit melakukan tugasnya sampai pada tataran yang bisa memberi pengaruh besar dalam kebenaran dan keadilan.

Sistem demokrasi kita yang mulai matang tetap saja belum mampu memberi warna bahwa masing-masing institusi, kekuatan, dan atau kelompok yang ada dalam masyarakat dapat berfungsi secara bebas dan independen sesuai kewenangannya. Pengaruh harmonisasi politik itu masih terasa kuat karena gaya politik kita masih belum terbebas dari pengaruh otoritarianisme dalam bentuk lain.

Mahfud sebagai salah satu anak bangsa yang sadar akan harmonisasi politik itu, dengan keilmuannya, berusaha membebaskan diri demi sebuah cita-cita; keadilan yang bisa dirasakan oleh semuanya.

Mahfud sadar bahwa rakyat Indonesia sudah terlalu lama merindukan hadirnya sebuah keadilan yang sesungguhnya dan sekarang dia memiliki kewajiban besar untuk terus melahirkan keadilan-keadilan lain yang bisa meneguhkan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki kepastian hukum. Selain Mahfud, masih ada beberapa anak bangsa yang dalam bidang berbeda, memiliki keberanian untuk membuat terobosan seperti yang dilakukan Mahfud.

Nama-nama seperti Masfuk, Bupati Lamongan; Mohammad Nadjikh, CEO PT KML, pengekspor ikan teri terbesar; Kalend Osen, pendidik yang berhasil menyulap kampung Pare Kediri, Jawa Timur, menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa keseharian; dan Chris John, juara dunia kelas bulu WBA.

Masfuk pantas disebut manusia universal karena dengan background Muhammadiyah bisa terpilih sebagai Bupati Lamongan yang di sekitarnya dikepung basis Nahdliyin. Seperti halnya futurolog, Alfin Toffler, Masfuk memiliki pandangan yang futuristik, mewajibkan bahasa Mandarin sebagai bahasa keseharian di Lamongan dengan menerapkannya dalam kurikulum sekolah dan berbagai instansi di daerahnya.

Pantas kalau dia menjadi simbol tokoh yang sangat berpengaruh karena berhasil menjadikan ekonomi daerahnya berkembang pesat dengan ditandai banyaknya industri yang tumbuh di daerahnya. Tidak berlebihan tatkala harian Seputar Indonesia menganugerahkan POTY untuk nama-nama yang telah menorehkan prestasi luar biasa tersebut.

Kepedulian dan niat memberi apresiasi merupakan alasan kuat untuk menampilkan mereka sebagai POTY. Kesannya klise, sepele, dan tidak berarti.Tetapi untuk menumbuhkan semangat berprestasi, apresiasi menjadi sangat penting. Salah seorang berharap, melalui anugerah POTY ini semakin banyak anak bangsa yang terus memikirkan prestasi demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel