Dewan: Buruh Seharusnya Jadi Mitra

ANGGOTA Komisi E DPRD Sulsel Kadir Halid mengatakan, buruh seharusnya dijadikan mitra oleh pemilik perusahaan. Buruh bukan sekadar dijadikan tenaga kerja dan dieksploitasi untuk kepentingan perusahaan.

”Ke depan perlu dilakukan pemahaman yang saling sinergis antara pemilik perusahaan dan buruh. Pemilik perusahaan seharusnya menjadikan buruh sebagai mitra. Sosialisasi tersebut harusnya dilakukan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker),” ungkapnya di Gedung DPRD Sulsel kemarin. Menurut legislator dari Partai Golkar Sulsel tersebut, posisi buruh jika berhadapan dengan perusahaan, selalu menjadi korban.

Maka proses mediasi di antara kedua pihak tersebut seharusnya dilakukan secara berkelanjutan. ”DPRD hanya melakukan mediasi untuk pembicaraan setiap kasus konflik antara pekerja dan perusahaan. Kendati selalu menghasilkan solusi,ke depan diharapkan lebih banyak terbangun komunikasi yang sinergis antara perusahaan dan pekerja,”katanya.

Sementara itu, puluhan pekerja PT Bomar mendatangi Gedung DPRD Sulsel kemarin. Unjuk rasa karyawan PT Bomar tersebut dilakukan menyusul tindakan perusahaan yang melakukan PHK terhadap tiga karyawan yang tergabung dalam pengurus serikat pekerja Buruh Nusantara PT Bomar.

Koordinator lapangan aksi Gerson mengatakan, front solidaritas buruh PT Bomar mendesak manajemen perusahaan memberlakukan hak normatif pekerja/buruh sesuai yang diatur dalam Undang-Undang (UU) No 13/2003. Di antaranya status pekerja/buruh agar seluruhnya diangkat menjadi pekerja tetap.

”Kami juga menuntut upah yang diberikan pada karyawan sesuai dengan ketentuan upah minimum provinsi (UMP) Sulsel 2010 bagi seluruh pekerja. Di samping adanya jaminan Jamsostek dan pemberian hak cuti,”paparnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel