Korban Banjir Kesulitan Air Bersih

Korban banjir di Kampung Batuppi, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba,kesulitan air bersih.Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,mereka mengandalkan air hujan.

Setidaknya terdapat 80 kepala keluarga yang menjadi korban banjir di kampung tersebut.Mereka kesulitan mendapatkan air bersih setelah rumahnya terendam banjir yang terjadi sejak dua hari lalu. Warga yang sebagian besar berprofesi sebagai buruh industri batu merah ini sebelumnya mengandalkan air sumur untuk keperluan mandi, mencuci, dan minum.“Namun selama banjir merendam kampung kami, warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Karena itu, kami hanya mengandalkan air hujan untuk keperluan air minum,” kata Samsuddin,warga setempat, kemarin. Karena itu,dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba segera turun tangan membantu menyalurkan air bersih ke daerah ini. Menurutnya, selama kampung ini terendam, Pemkab Bulukumba belum memberikan bantuan.

Direktur PDAM Bulukumba Aris Iskandar berjanji segera memasang dua unit bak penampung air bersih di Kampung Batuppi. “Secepatnya kami mengupayakan dua bak penampungan air bersih agar masyarakat dapat menikmati air bersih,”ujarnya. Sementara itu, anggota DPRD Bulukumba menilai, Dinas Sosial (Dinsos) Bulukumba lamban dalam menangani korban banjir di Lingkungan Batuppi, Kelurahan Tanah Kongkong, Kecamatan Ujung Bulu, sejak empat bulan lalu.

Sebab hingga kini, Dinsos belum juga memberikan bantuan kepada korban banjir. Padahal ada 80 rumah warga terendam banjir, tapi belum mendapat bantuan dari pemerintah. Sementara yang memerlukan bantuan mencapai ratusan kepala keluarga. Para korban banjir tersebut kini umumnya terserang penyakit gatal-gatal dan penyakit lainnya.

Anggota DPRD Bulukumba Zulkifli Sayyeb mengatakan, Dinsos seharusnya tanggap menangani korban banjir di Lingkungan Batuppi. Pasalnya, banjir ini terjadi sejak empat bulan lalu.“Saya menyesalkan tak adanya perhatian Dinsos kepada korban banjir bandang di Kelurahan Bintarore.Padahal kejadiannya sejak empat bulan lalu,”ungkapnya saat memberikan bantuan kepada korban banjir kemarin.

Wakil rakyat yang hadir memberikan bantuan berupa 10 dos mi instan kepada korban banjir di Lingkungan Batuppi,yakni Mulyadi Mursali,Rudi Wahudi,Andi Bandri Alam,Hilmiaty Asip,Andi Hamzah Pangky, dan beberapa anggota Dewan lainnya,termasuk Wakil Ketua DPRD Bulukumba Husbiannas Alsi. Zulkifli mengatakan, pelayanan Dinsos tidak seharusnya lamban seperti ini. Sebab, pos anggaran yang disetujui di Dewan tak sedikit.

Pos anggaran yang disediakan ini termasuk dana operasional Tagana, tapi penanganannya justru tidak maksimal. “Hingga kini Dinsos atau pihak Tagana tak menangani korban.Kalau ada yang turun,itu baru setelah diberitakan di media massa,” tandasnya saat ditemui di rumahnya, tidak jauh dari lokasi banjir kemarin. Bupati Bulukumba Andi Sukri sudah memerintahkan dinas terkait menyediakan sarana air bersih di lokasi banjir.

Meski air bersih sudah terpenuhi, kebutuhan lainnya masih terkendala. Pasalnya,sejak banjir melanda permukiman mereka sejak empat bulan lalu, hingga kini belum mendapat perhatian dari pemerintah. Menurut para korban, mereka membutuhkan bantuan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya.

Dari pantauan di lokasi, sebagian warga sudah meninggalkan rumahnya yang terendam banjir. Kalaupun ada warga yang bertahan karena rumahnya tak terlalu terkena dampak banjir tersebut. Hingga kini korban banjir belum ada yang beraktivitas. Wakil Bupati Bulukumba Padasi berjanji segera melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait untuk membicarakan penanganan korban bencana alam.

Baik yang terkena banjir di Lingkungan Batuppi, maupun warga di Dusun Pangi, Desa Tanatoa,Kecamatan Kajang, yang permukimannya juga retak yang berpotensi longsor. “Rapat koordinasi ini akan dibicarakan tentang bencana alam yang terjadi di Bulukumba.

Korban banjir yang mulai terserang penyakit, kami perintahkan pihak kesehatan menurunkan dokter ke lokasi untuk memeriksa warga. Terkait tanah yang retak di Dusun Pangi,akan dicarikan solusi bagi warga.Apakah direlokasi atau mengungsi ke tempat aman sementara waktu,”katanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel