Penanganan Korban Letusan Sinabung Amburadul

Setelah salah memprediksi dan memberi informasi kepada warganya, Pemerintah Kabupaten Karo hingga kini belum menangani pengungsi letusan Gunung Sinabung dengan baik.

Koordinator Palang Merah Indonesia (PMI) di lokasi bencana, Muhammad Irsal mengatakan, pemkab tidak memiliki satuan koordiansi penganan bencana. Sehingga, para relawan dari berbagai elemen seperti TNI, Tim SAR, pecinta alam, universitas, dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) bekerja secara sporadis dan sendiri-sendiri.

"Satkorlak katanya ada tapi sampai sekarang nggak ada," kata Irsal menurut informasi yang diterima SEO Blogger blogspot.

Saat dihubungi, Irsal sedang berada di posko pengungsi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karo di Jalan Veteran, Kabanjahe. Dia menambahkan, data resmi mengenai jumlah pengungsi belum tersedia akibat lemahnya koordinasi tersebut.

Namun, berdasarkan penghitungan PMI, jumlah sementara pengungsi di sejumlah lokasi di Kabanjahe mencapai 4.236 orang. Mereka berasal dari tiga kecamatan yang terdekat dengan Sinabung, yaitu Kecamatan Tiga Nderket, Kecamatan Merdeka, dan Kecamatan Naman Teran.

"Para pengungsi kekurangan air untuk MCK dan air minum," ujarnya.

Irsal menceritakan, pada Sabtu malam, sebenarnya para relawan telah bersiap-siap mengantisipasi meletusnya Gunung Sinabung dengan membawa sejumlah peralatan dan bantuan darurat. Namun, dalam rapat Muspida, Bupati Karo Daulat Daniel Sinulingga menegaskan daerahnya aman dan tidak akan terjadi letusan.

"Akhirnya kami pulang ke daerah masing-masing. Namun, belum lima menit meninggalkan kantor bupati, terjadilah letusan itu, sementara kami nggak siap. Sebagian masyarakat yang sempat mengungsi juga sudah terlanjur disuruh kembali ke desa," katanya.

Akibatnya, satu orang dipastikan tewas karena sesak nafas yakni N Surbakti (54), warga Desa Cinta Rayat, Kecamatan Merdeka.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel