Penderita Depresi Sulit Mengenali Ekspresi Jijik

Dunedin, Pada tingkat keparahan tertentu, depresi mempengaruhi kemampuan seseorang mengenali ekspresi wajah. Menurut Balai Uji bahwa Penderita depresi tidak bisa mengenali ekspresi jijik dan cenderung menilai wajah datar sebagai ekspresi sedih.

Penelitian mengenai hal ini dilakukan oleh Katie Douglas dan Prof Richard Porter dari Otago University, New Zealand. Hasilnya telah dilaporkan dalam British Journal of Psychiatry edisi bulan Agustus 2010.

Dikutip dari Xinhua, Senin (2/8/2010), penelitian tersebut melibatkan 68 partisipan yang merupakan pasien rumah sakit jiwa Christchurch's Hillmorton dengan diagnosis depresi parah. Selain itu, peneliti melibatkan 50 partisipan sehat sebagai kontrol.

Para peneliti meminta para partisipan mengamati 96 gambar wajah dengan berbagai ekspresi dan beberapa gambar wajah tanpa ekspresi. Partisipan lalu diminta membedakan ekspresi dalam gambar-gambar itu dan mengelompokkannya menjadi 5 kategori yakni marah, gembira, sedih, takut dan jijik.

Berdasarkan hasil analisis, perbedaan kemampuan membedakan ekspresi wajah antara penderita depresi dengan partisipan sehat ternyata cukup signifikan. Pada penderita depresi, tingkat kesalahan dalam mengenali ekspresi jijik dilaporkan cukup tinggi.

Selain itu, penderita depresi cenderung menafsirkan gambar wajah tanpa ekspresi sebagai ekspresi sedih. Jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan penafsiran wajah datar tersebut sebagai ekspresi senang.

Ketidakmampuan mengenali ekspresi jijik juga didapati pada penderita parkinson yang tidak mendapat pengobatan. Hal ini dipicu oleh kekurangan kadar dopamin, kondisi yang juga menyebabkan gemetar dan kehilangan kontrol gerak.

Para ahli menduga, kondisi yang sama juga dialami oleh penderita depresi. Pada tingkat keparahan tertentu, depresi memicu berkurangnya kadar dopamin seperti yang dialami penderita parkinson.

Menurut Solusi bahwa Dugaan lain mengatakan, depresi mempengaruhi proses emosi seseorang. Hal ini berdampak pada kemampuan seseorang dalam mengenali bentuk emosi yang diwujudkan dengan ekspresi wajah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel