Tabung Gas 3 Kg Makan Korban Lagi

Korban ledakan tabung gas 3 kg menjalani perawatan di ruang observasi RSUD Bari karena mengalami luka bakar 40% di sekujur tubuhnya.

PALEMBANG (SINDO) –Ledakan tabung gas 3 kg di Kota Palembang kembali menelan korban. Afrizal, 42,warga Jalan A Yani, Gg Gading, RT 28,Kelurahan 8 Ulu,Kecamatan SU I, Palembang, Kamis (19/8) sekitar pukul 22.30 WIB,terkena ledakan tabung gas 3 kg yang mengakibatkan sekujur tubuhnya luka bakar serius.

Saat ini korban dirawat intensif di ruang bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari Palembang. Menurut Efni, 50, kakak kandung korban, peristiwa itu terjadi saat adiknya baru pulang kerja. Saat itu di rumah kontrakan dari bedeng kayu itu hanya ada korban sendirian. ”Istri dan ketiga anaknya lagi pulang kampung ke Kota Padang.Sedangkan,satu lagi anaknya, Rizki, malam itu tidak pulang karena kerja lembur,”ungkap Efni saat mendampingi korban di ruang observasi RSUD Bari kemarin.

Petaka terjadi setelah korban mengganti pakaian dan hanya mengenakan sarung. Kemudian, korban menyambungkan kabel televisi yang jaraknya sekitar 5 meter dari tabung gas 3 kg yang berada di dapur rumahnya.Tiba-tiba tabung meledak dan semburan gas mengepung dalam rumah dan menyambar sekujur tubuhnya.Tak hanya itu, akibat kuatnya ledakan, korban sampai terpental ke dinding ruang tamu sehingga terjatuh ke lantai.

Kemudian, korban sempat keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar. Beruntung tetangga korban mendengar suara ledakan keras dan langsung membantu melarikan korban ke RSUD Bari. ”Kondisi dalam rumah adik saya setelah ledakan semuanya berantakan. Bahkan, kaca rumah dan seluruh perabotan berantakan tidak karuan,”katanya.

Akibat musibah yang terjadi, Efni berharap pemerintah dan PT Pertamina membantu biaya pengobatan adiknya yang terkena ledakan tabung gas 3 kg bantuan pemerintah dalam program konversi minyak tanah beberapa waktu lalu itu.”Siapa sihyang mau kena musibah seperti ini.Adik saya ini hanya sopir taksi gelap yang penghasilannya tak menentu. Kami berharap Pertamina dan Pemkot Palembang serta Pemprov Sumsel memberikan bantuan,”tukasnya.

Sementara itu, dokter UGD RSUD Bari dr Dina Andrian menyatakan, korban saat ini sedang mendapat perawatan intensif. ”Luka bakarnya pada tubuh mencapai 40%. Kita akan terus melakukan pengawasan terhadap korban karena kita belum mengetahui apakah dampak luka bakar ini berdampak ke pernapasannya,”ungkap dr Dina.

Terkait biaya perobatan, Kepala UGD RSUD Bari dr Ibaduhraman mengatakan segera mengusahakan melalui dana Jamsoskes. ”Karena korban sudah lama tinggal di Palembang serta memiliki KTP Palembang. Kami suruh keluarganya mengurus surat-surat ke RT dan kelurahan tempat tinggalnya supaya nanti dapat dibantu pakai dana Jamsoskes,”katanya.

Kepala Polsekta SU I Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rocky H Marpaung melalui Kanit Reskrim Inpektur satu (Iptu) Nanang S membenarkan adanya peristiwa itu. ”Kini barang bukti tabung gas dan selang sudah diamankan.Saat ini masih diselidiki penyebab meledaknya tabung gas,”ucap Nanang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel