Pengadaan buku SD

Pengadaan buku SD senilai Rp5,8 miliar di Kabupaten Gresik diprotes peserta lelang. Ada dugaan,panitia lelang sekadar menggugurkan kewajiban. Sejatinya, panitia telah menunjuk rekanan proyek dana alokasi khusus (DAK) tersebut. Protes disampaikan oleh Direktur PT Panca Karya Jhoni Baskoro. Kepada wartawan, Jhoni menyebutkan bahwa aroma adanya permainan dalam lelang proyek pengadaan buku ini cukup kuat.

Ini bisa dilihat dari sikap panitia yang tidak menanggapi surat sanggahannya atas pemenang lelang. Padahal sesuai ketentuan, panitia harus menjawab sanggahan tersebut. “Lima hari kerja itu kan masa sanggah.Namun, sanggahan kami tidak dijawab. Inti sanggahan, kami meminta agar diadakan tender ulang karena proses tender menyimpang dari ketentuan,” ungkapnya kemarin.

Proyek pengadaan buku pengayaan, buku referensi,dan buku panduan SD semula pagunya Rp5,8 miliar.Nah,dalam proses lelang penawaran PT Alfath Putra memenangkan tender dengan penawaran Rp5.183.200.000. Sementara PT Panca Karya dengan penawaran terendah, yakni Rp4.653.100.000, berada di urutan kedua. Jhoni menduga kuat panitia lelang memainkan lelang proyek dari DAK 2010 tersebut. Pasalnya, sanggahan yang dikirimkan ke panitia lelang sampai hari ini tidak mendapat jawaban.“Saat kami lakukan klarifikasi ke panitia, mereka mengaku sudah memberi jawaban. Namun saat kami tanyakan bukti, jawabannya tidak ada.

Tibatiba panitia minta maaf karena keteledoran panitia,”ungkapnya. Selain itu, meski proses lelang belum tuntas karena sanggahannya tidak diberi jawaban oleh panitia lelang, proyek tersebut anggarannya sudah dicairkan. Padahal, proses lelangnya baru dilakukan. “Kabarnya dana tersebut sudah dicairkan.Padahal, panitia tidak melakukan mekanisme pelelangan. Kesalahan ini tidak cukup hanya untuk minta maaf karena menyangkut aturan main proyek yang menggunakan anggaran negara,” tandasnya. Bukan hanya protes, Direktur PT Panca Karya asal Sidoarjo itu pun berencana melaporkan panitia lelang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. Sebab, dia merasa dipermainkan oleh panitia karena sebagai penawar terendah justru dikalahkan.

“Kami meyakini ada konspirasi antara panitia lelang dan pimpro dengan pemenang tender,” katanya dengan nada geram. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gresik Wanda Metini Hariadji saat dikonfirmasi menolak disebut mempermainkan lelang. Sebab,proses lelang tersebut sesuai ketentuan sehingga tidak ada yang dipermainkan.“Itu tidak benar.Kami sudah melakukan proses lelang sesuai ketentuan. Kalau terkait sanggahan dan pemenang terendah, itu tidak benar. Kami punya dokumennya, demikian catatan online Sarto tentang Pengadaan buku SD.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel