Ciherang plus

Penggunaan benih padi varietas inpari 13 atau yang juga dikenal dengan nama ciherang plus diyakini mampu menekan potensi kehilangan hasil padi hingga 2,07 persen, terutama kehilangan hasil saat panen padi dan perontokan. Dengan begitu, petani yang menanam inpari 13 bakal mendapatkan tambahan penghasilan hingga Rp 496.000 per hektar.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Haryono, Rabu (30/3/2011) di Jakarta, mengungkapkan, saat ini tanaman padi yang ditanam petani didominasi varietas ciherang. "Dari total luas panen padi Indonesia 12,8 juta hektar, 47 persennya adalah padi varietas ciherang," katanya.

Di luar ciherang, banyak jenis varietas yang dibudidayakan petani, seperti IR-64, cisadane, dodokan, ciliwung, cibodas, way apo buru, pandan wangi, rojolele, situbagendit, mekongga, dan masih banyak lagi baik varietas yang dirilis secara nasional maupun lokal.

Banyaknya petani menanam padi varietas ciherang karena tanaman padinya memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya, produktivitas tinggi, umur pendek, dan rasa nasi pulen, serta tahan terhadap serangan wereng coklat biotipe 2 dan agak tahan biotipe 3.

Setelah lebih dari lima tahun mendominasi pasar, varietas padi ciherang berpotensi tergusur inpari 13. Keunggulan inpari 13 dari ciherang, antara lain, karena umurnya pendek, hanya 103 hari sudah panen, produktivitas tinggi, rasa nasi pulen, serta tahan terhadap wereng coklat biotipe 1, 2 dan 3.

Meski produktivitas di lahan uji yang dicapai maksimal 8 ton gabah kering giling per hektar, saat petani menanam inpari 13, produktivitasnya bisa mencapai 10,4 ton GKG.

Keunggulan lainnya, tanaman padi varietas inpari 13 tidak mudah rontok. Bila padi varietas IR-64 hanya perlu 3-4 kali kebutan sudah rontok, inpari 13 perlu 8-12 kali. Karena tak mudah rontok, inpari 13 mampu mencegah terjadi tingkat kehilangan hasil bagi petani pada saat panen sebesar 1,34 persen dan saat perontokan 0,73 persen.

Dengan kata lain, untuk setiap panen 8 ton GKG, tambahan produksi padi petani bisa mencapai 165,6 kilogram GKG Rp 496.800 per hektar dengan asumsi harga per kilogram GKG Rp 3.000. Demikian Update Info tentang Ciherang plus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel