Dinilai semakin menimbulkan keresahan di masyarakat

Mabes Polri meminta agar media massa tidak meliput peristiwa ketika Tim Gegana meledakkan bom. Pasalnya, peliputan tersebut dinilai semakin menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kalau memang hal ini kurang baik di mata masyarakat kami menyarankan kepada media untuk tidak menyorotinya pada saat peristiwa itu (ancaman bom) terjadi," ujar Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Senin (21/3/2011).

Menurutnya, peliputan oleh media massa tidak perlu ditunjukkan karena faktor keamanan dan keselamatan. "Jadi itu salah satu langkah yang dilakukan petugas kami,” tandasnya.

Jika ancaman bom terjadi, polisi akan membawa paket yang dicurigai tersebut ke tempat yang aman dan di bawa ke Markas Brimob tanpa harus diliput media. "Kami akan bawa untuk dilakukan penelitian lebih lanjut," tandas Boy.

Sebelumnya, Psikolog Massa Universitas Padjajaran Zainal Abidin menilai, media massa dinilai turut andil atas terjadinya teror akhir-akhir ini yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Media massa sebenarnya berperan dalam teror akhir-akhir ini. karena berita teror ini selalu ditampilkan, sehingga membuat masyarakat cemas," ujar Zainal Abidin beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pembuat teror adalah si pembuat pesan. Jadi oleh sebab itu, media bisa dikatakan sebagai pembawa teror. "Bicara teror adalah bicara si pembuat pesan yang membuat pesan teror," ungkapnya.

Menurut dia, si pembuat teror saat ini sudah sukses membuat kepanikan pada masyarakat, bahkan hingga tingkatan ibu rumah tangga. "Pelakunya mungkin sekarang tertawa senang, karena misinya berhasil,” pungkasnya. Demikian Update Info tentang Dinilai semakin menimbulkan keresahan di masyarakat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel