memaksimalkan sumur-sumur migas yang ada

Dengan harga minyak yang kian tinggi, Indonesia seharusnya memaksimalkan produksi dengan cara memaksimalkan sumur-sumur migas yang ada. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara dari sektor minyak dan gas.

Demikian paparan Direktur Energy and Power System Forst and Sullivan Asia Pasifik Subramanya Bettadapura dalam temu media bertema " Prediksi Industri Energi Indonesia 2011", Rabu (30/3/2011) di Jakarta.

Menurut Subramanya, Indonesia harus memaksimalkan produksi dengan mengoptimalkan sumur-sumur migas yang ada, termasuk sumur tua yang masih banyak jumlahnya dan potensial untuk dieksploitasi. Hal ini diikuti peningkatan eksplorasi untuk menemukan agar pertumbuhan produksi migas bisa berkelanjutan.

Tingginya permintaan terhadap migas secara global akan memicu naiknya harga minyak di pasar dunia. Konflik yang kian memanas di Timur Tengah dan Libya, serta berlimpahnya persediaan di Amerika Utara, juga akan memengaruhi harga minyak.

"Meski demikian, pasar migas tidak terpengaruh oleh kondisi pasar secara global karena banyaknya sumber-sumber lain sebagai alternatif," ujarnya.

Dengan situasi di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini, harga minyak diperkirakan terus meningkat dan mencapai 120 dollar AS per barrel dalam dua bulan ke depan. "Tren harga minyak dunia masih terus naik," kata dia.

Secara umum, menurut Subramanya, ada beberapa skenario harga minyak yang dipengaruhi perkembangan situasi di Timur Tengah dan Afrika Utara. Skenario terburuk adalah jika krisis politik meluas hingga ke Arab Saudi maka harga minyak akan melonjak hingga 175 dollar AS per barrel. Demikian Update Info tentang memaksimalkan sumur-sumur migas yang ada.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel