Teror bom bertubi-tubi

Teror bom bertubi-tubi belakangan ini salah satunya disinyalir bertujuan mempermalukan institusi kepolisian. Dengan maraknya ancaman bom secara otomatis kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum akan merosot.

Namun situasi ini tak lepas dari kinerja kepolisian sendiri yang kurang maksimal dalam mengendalikan keamanan dan ketertiban.

“Karena ada kecerobohan di Utan Kayu sehingga memicu orang-orang iseng untuk lebih mempermalukan polisi. Itu yang kami lihat. Kalau kemarin polisi tak ceroboh mungkin orang-orang iseng ini tak terlalu bersemangat untuk mempermalukan polisi,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada media massa di Jakarta, Minggu (20/3/2011).

Upaya mempermalukan kepolisian, lanjut Neta, bisa dilihat dari paket-paket bom susulan di berbagai wilayah yang berisi sepatu, pakaian bekas, boneka, dan pipa. “Itu kan kerjaan orang iseng. Mungkin dulu dia pernah berurusan dengan polisi dan kecewa lalu ingin membalas,” terkanya.

Neta menyakini maraknya teror bom akhir-akhir ini tidak lepas dari sikap latah rakyat Indonesia. Dari sekian ancaman bom baru dua yang teridentifikasi mengandung bahan peledak. Yaitu bom di Utan Kayu dan Perumahan Kota Wisata, Cibubur.

“Kenapa teror bom marak? Karena ada semacam sikap latah di masyarakat. Sama seperti setelah ada bom di JW Marriott. Banyak ancaman bom ke gedung-gedung dan hotel lain, namun semuanya tak terbukti,” ungkapnya. Demikian Update Info tentang Teror bom bertubi-tubi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel