Tiga hal terkait maraknya teror bom di Tanah Air

Juru Bicara Komite Bangkit Indonesia (KBI) Adhie Massardi menilai ada tiga hal terkait maraknya teror bom di Tanah Air akhir-akhir ini.

Pertama, maraknya teror kemungkinan bagian dari pengalihan isu. Pasalnya, sebelum marak teror bom, pemerintah tengah dikejutkan dengan pemberitaan salah satu media Australia, The Age dan Sunday Morning Herald yang membongkar dugaan korupsi di tubuh keluarga Cikeas.

Kedua, lanjut Massardi, teror menunjukkan bahwa semakin menguatnya kelompok-kelompok yang anti-pemerintah. "Ketiga, ini memang kemungkinan kelompok radikal baru yang bermain," ujar Adhi kepada media massa, Minggu (20/3/2011).

Apapun latar belakang maraknya teror bom belakangan ini, lanjut Adhi, pandangan publik tetap negatif terhadap pemerintah.

Kejadian seperti ini, kata Adhi, juga telah jelas menunjukkan ketidakwibawaan pemerintah di mata masyarakat dan dunia internasional. "Pemerintahan SBY lemah, tidak bisa berbuat apa-apa," tegasnya.

Saat ditanya apakah maraknya teror bom ini merupakan teguran untuk pemerintah untuk serius menjalankan roda pemerintahan? Adhi punya jawaban sendiri.

"Mau golongan yang radikal, oposisi, bahkan di lingkungan dalam istana sendiri sudah jenuh dengan pemerintahan SBY ini, tinggal menghitung hari saja pemerintahan SBY, seperti lagu Krisdayanti," kata Adhie. Demikian Update Info tentang Tiga hal terkait maraknya teror bom di Tanah Air.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel