Realisasi ekspor komoditas ikan segar ke Jepang

Realisasi ekspor komoditas ikan segar ke Jepang pada periode Maret 2011 menurun hingga 50%. Terjadinya gempa dan tsunami di Negeri Sakura tersebut menjadi penyebab utama menurunnya permintaan. Data media massa menunjukkan nilai ekspor Sulsel ke Jepang pada periode Januari 2011 mencapai USD4,817 juta, dengan nilai ekspor terbesar berasal dari komoditas udang dan ikan segar mencapai USD1,328 juta.

2010 lalu, realisasi ekspor dari Sulsel ke Jepang mengalami kenaikan 65% dibanding 2009. Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Indonesian Logistic and Forwarder Association/ILFA) Hasanuddin Padaruddin mengatakan, ekspor ikan segar banyak dilakukan melalui Bandara Sultan Hasanuddin.Pascagempa dan tsunami pada periode Maret, praktis realisasi ekspor hasil laut menurun.

”Pada periode Maret, ekspor ikan segar mengalami penurunan hingga 50% dibandingkan periode Januari-Februari. Selain dampak tsunami, tangkapan nelayan berkurang karena cuaca buruk juga menjadi penyebab utamanya,” ungkapnya kemarin. Dia menyebutkan, saat ini pesawat-pesawat angkutan juga cenderung mengurangi muatan. Apalagi kondisi cuaca untuk penerbangan dalam keadaan tidak stabil.

Selain itu, daerah-daerah penyuplai komoditas ekspor Sulsel, seperti Manado; Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo, saat ini juga telah melakukan ekspor langsung. Ketua Bidang Internasional ILFA Hasanuddin Sariati Silele menyatakan, untuk komoditas hasil laut ke Jepang sekitar 80% merupakan jenis ikan tuna dan sebagian besar ikan tuna itu didapatkan dari daerah Manado dan Gorontalo.

”Tujuan ekspor hasil laut dari Sulsel ke Jepang tersebar di empat kota besar,yakni Tokyo, Fukuoka, Ozaka, dan Nagoya. Di samping itu,aturan di Jepang terkait mutu produk impor juga sangat ketat. Perubahan warna saja dapat menyebabkan harga turun,” paparnya. Humas Terminal Peti Kemas Makassar (TPM) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Raflin Chalid mengatakan, periode triwulan I/2011, realisasi ekspor dari Sulsel keseluruhan relatif stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kendati demikian, dia mengakui ekspor melalui TPM lebih banyak merupakan komoditas untuk wilayah Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Afrika dan produknya adalah hasil bumi. ”Data pasti ekspor ke Jepang belum ada. Namun, untuk realisasi ekspor dari TPM cenderung masih stabil. Khusus untuk Jepang, yang melalui TPM itu banyak yang merupakan produk impor, seperti alat-alat elektronik hingga kendaraan. Namun, ekspor tetap ada,” tandasnya kepada media massa, kemarin. Demikian Update Info tentang Realisasi ekspor komoditas ikan segar ke Jepang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel