Sumatera Utara (Sumut) memiliki banyak potensi

Update Info terlebih dahulu akan memberikan sundulan untuk keyword Blogger Indonesia, terima kasih. Sumatera Utara (Sumut) memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan untuk menarik minat wisatawan berkunjung. Selain budaya dan objek wisata, Sumut juga bisa mengandalkan daya tarik kuliner tradisional. Festival Food and Fashion 2011 yang digelar di Merdeka Walk sejak Jumat malam (10/6) hingga hari ini membuktikan besarnya potensi kuliner tradisional dari Sumut untuk menarik wisatawan tersebut.

Tidak salah jika Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat menggelar kegiatan itu untuk kedua kalinya. Sejak digelar tahun lalu, pemerintah daerah Sumut berharap event itu akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumut. ”Kuliner khas Sumut ini diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan mancanegara agar mau berkunjung dan lebih mengenal Indonesia, khususnya Sumut yang kaya potensi objek pariwisata maupun makanan khas,” kata Kepala Disbudpar Sumut Naruddin Dalimunthe ketika membuka Festival Food and Fashion 2011,Jumat (10/6) malam.

Naruddin menuturkan, kuliner yang dimiliki Sumut sangat khas, baik masakan tradisional maupun berbagai jenis kuenya.Warga Sumut yang terdiri dari berbagai suku dan makanan khas masing-masing, memiliki tanggung jawab untuk mempopulerkannya kembali agar tidak kalah bersaing dengan makanan dari luar negeri. Apalagi, kuliner menjadi salah satu potensi menjanjikan dan penting dipertahankan untuk menarik wisatawan. Dalam sambutannya, Naruddin mengungkapkan bahwa kunjungan wisman ke Sumut tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun lalu.

Jumlah wisman yang masuk melalui tiga pintu pada April 2011 mencapai 17.192 orang,meningkat 0,32% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 17.138 orang. Dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, jumlah wisman yang masuk juga mengalami peningkatan 13,92%, yakni dari 15.091 orang menjadi 17.192 orang. ”Persentase peningkatan kunjungan wisman ini membuktikan kalau Sumut memiliki daya tarik tersendiri, baik dari kekayaan alam,adat,suku, dan kulinernya.

Kami juga optimistis jumlah kunjungan akan terus bertambah.Apalagi dengan adanya event promosi yang sudah dua kali kami gelar ini,”ujarnya. Naruddin juga menuturkan, permasalahan infrastruktur menuju tempat-tempat wisata yang belum maksimal di Sumut masih menjadi hambatan besar dalam meningkatkan kualitas wisata yang ada. Untuk itu,dibutuhkan kerja sama secara kolektif antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi tersebut, termasuk melakukan promosi wisata yang lebih besar.

”Kami sendiri telah membuat pola-pola baru promosi wisata yang lebih besar dari yang dimiliki negara lain seperti Malaysia. Tapi keberhasilan ini memang butuh kerja keras di antara semua pihak dari provinsi dan daerah,”ungkapnya. Sementara itu,Ketua Panitia Festival Food and Fashion Sumut 2011 Mukhlis mengungkapkan, event itu diharapkan bisa mengembalikan kejayaan pariwisata Indonesia, terutama Sumut sebelumnya.

Lewat kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk mempertahankan budaya dan produk asli daerah, termasuk lewat kuliner dan busana daerah. Sebab, keduanya merupakan potensi besar yang dimiliki Sumut dan mampu meningkatkan bisnis pariwisata daerah ini. ”Tujuan kita memang untuk meningkatkan bisnis pariwisata. Karena itu, kita harus bisa menguasai pasar dan hal pertama yang dilakukan yakni dengan mempertahankan budaya dan produk asli daerah ini serta memperkenalkannya lebih luas,” papar Mukhlis yang merupakan Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Sumut.

Mukhlis mengungkapkan, untuk mendukung tercapainya tujuan kegiatan Festival Food and Fashion Sumut yang akan ditutup hari ini itu, Disbudpar Sumut melibatkan banyak pihak terkait.Tahun ini, festival melibatkan peserta dari Kabupaten Batubara, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut, pihak perhotelan, biro perjalanan, produsen makanan dan minuman khas Sumut, dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI).

Selama tiga hari,festival tersebut menyajikan berbagai makanan khas Sumut seperti arsik, daun ubi tumbuk, atau berbagai penganan kue tradisional daerah. Selain itu dipamerkan juga pakaian khas seperti tenunan ulos dan songket Batubara dengan menampilkan ciri khas Sumut. Pantauan media, Festival Food And Fashion disambut antusias oleh warga Sumut, termasuk Kota Medan. Pada pembukaan acara Jumat (10/6) malam misalnya, warga terlihat kagum dengan hasil rancangan para perancang dari APPMI Sumut yang terbuat dari bahan ulos dan songket dan dikenakan oleh para model.

Di hari kedua, kemarin malam, pengunjung disajikan berbagai makanan khas daerah dan juga pameran busana tenunan Batubara karya Okky Wong. Hari ini, acara akan berlanjut dan ditutup.Masyarakat yang belum berkunjung bisa datang untuk melihat dan mencicipi berbagai kuliner Sumut serta menyaksikan lomba busana daerah cilik dan pameran.

Direktur Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) Badan Promosi dan Pariwisata Daerah (BPPD) Sumut Didit Mahadi Kadar mengharapkan Festival Food and Fashion dapat digelar setiap tahunnya. Festival itu diyakini dapat lebih meningkatkan kepariwisataan di Sumut, terutama peningkatan kunjungan wisman maupun wisatawan nusantara. Sebab, menurut Didit, kekhasan kuliner menjadi salah satu potensi wisata yang luar biasa dimiliki Sumut dan bisa dijual ke wisatawan.

”Banyak sekali makanan khas yang justru belum familiar di kalangan masyarakat kita sendiri. Dengan adanya festival ini, makanan lokal di Sumut tetap akan terus tersosialisasikan dan tidak akan terpinggirkan oleh masuknya makanan dari luar,” papar Didit. Sebagai penutup, Update Info akan memberikan sudulan untuk keyword Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel