Balai Besar Wilayah Sungai Pombengan Jeneberang

Balai Besar Wilayah Sungai Pombengan Jeneberang (BBWSPJ) Makassar segera mensertifikat lahan sabuk hijau atau green belt seluas 2.000 hektare (Ha) bendungan Bilibili di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Pengurusan sertifikat lahan sebagai aset BBWSPJ dianggap penting untuk menghindari penyerobotan lahan.

Apalagi wilayah tersebut yang terletak di hilir dan hulu bendungan berfungsi sebagai penahan longsor. “Kami sudah bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) pusat dan BPN Gowa. Termasuk Polda Sulselbar serta pihak terkait untuk pengurus sertifikat kepemilihan lahan green belt itu,” ujar Kepala Tata Usaha (KTU) BBWPJ Makassar Basri di Makassar, kemarin.

Basri mengatakan, tahun ini sudah mulai dilakukan pengukuran dan dalam waktu dekat lokasi tersebut sudah bersertifikat. Jadi jika ada lain oknum tertentu yang mengklaim dan membangun di lokasi di pinggir bendungan Bili-bili bisa digugat. “Untuk mengosongan lokasi pihak balai bekerja sama dengan Polda Sulselbar dan pihak terkait lainnya, ”katanya.

Informasi dihimpun media, sebagian lokasi green belt sudah garap oleh warga untuk lokasi pertanian,baik di hulu maupun di hilir bendungan Bili-bili. Untuk itu, pihak BBWSPJ bekerja sama dengan beberapa pihak terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Hal ini penting dilakukan untuk menghindari polemik di kalangan masyarakat, khususnya warga yang menggarap sebagian lokasi sabuk hijau tersebut.

“Untuk pengukuran lokasi green belt, pihak BBWSPJ akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar tidak menimbulkan permasalahan,” kata salah seorang Rahman, tokoh masyarakat di Kecamatan Parangloe. PT Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gowa rutin menyuplai air bersih kepermukiman warga yang mengalami krisis air di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, sejak sepekan terakhir.

Ada dua unit mobil tangki yang dikerahkan untuk menyuplai air bersih ke warga. Suplai air bersih ke wilayah permukiman warga yang mengalami kekeringan ini diberikan gratis.“ PDAM menyuplai air bersih kepermukiman warga yang berdekatan dengan bendungan Bili-bili secara gratis,” kata Direktur PDAM Gowa Hasanuddin Kamal di Gowa, kemarin.

Camat ParangloE, HM Saleh Saud menyampaikan terima kasihnya kepada PDAM Gowa yang telah menyuplai air ke warga yang mengalami kekeringan. “Bantuan air bersih ini membuat masyarakat bersyukur karena sejak musim kering datang sangat sulit menemukan sumber air bersih,”katanya. Demikian Update Info yang berjudul Balai Besar Wilayah Sungai Pombengan Jeneberang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel