KTT Asia Timur

KTT Asia Timur (East Asia Summit/EAS) dibuka siang ini oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bali, 19 November 2011. Dalam pidato pembukanya, SBY memaparkan empat agenda utama pertemuan yang dihadiri oleh 18 negara tersebut.

Agenda pertama yang menjadi fokus utama pertemuan tersebut, kata SBY, adalah mencapai upaya bersama dalam memperkuat ekonomi di kawasan, terutama kawasan Asia Timur. Hal ini, kata SBY adalah kepentingan dan tujuan jangka pendek dan menengah seluruh negara anggota EAS.

"Goal kita dalam jangka pendek dan menengah adalah memulihkan dan menyehatkan perekonomian dunia, seraya terus menjaga dan mendorong pertumbuhan perekonomian kawasan dan nasional masing-masing," kata SBY.

Fokus utama kedua dalam EAS, jelasnya, adalah mencapai upaya bersama dalam membangun landasan dan tindakan nyata meningkatkan ketahanan pangan, energi, air, dan perubahan iklim. Ketiga adalah mencapai upaya bersama dalam mengatasi ancaman keamanan non-tradisional.

"Utamanya bencana alam, terorisme, dan transnational crime," jelas SBY.

Fokus terakhir adalah mencapai komitmen bersama dalam memelihara keamanan, perdamaian dan stabilitas, serta ketertiban kawasan. Hal ini, lanjut SBY, adalah pra kondisi dalam menciptakan kemakmuran bersama.

SBY menjelaskan bahwa permasalahan-permasalahan tersebut adalah permasalahan fundamental yang dialami di kawasan. Permasalahan ini, lanjutnya, baru dapat terselesaikan jika para pemimpin EAS bisa membangun kerangka kerja sama dan menjalankan langkah nyata untuk mengatasi permasalahan fundamental tersebut.

"Jika kita mengutamakan kepentingan masing-masing, kita akan terlibat tension yang tidak membawa kebaikan kepada dunia. Kerja sama mendatang harus utuh, tidak parsial dan tulus. Kerangka kerja sama tersebut pada tingkat dunia dan kawasan harus mencakup kerja sama ekonomi, politik, teknologi, keamanan, kemanusiaan, dan lain-lain," paparnya.

Pada pertemuan itu untuk pertama kalinya Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov - menggantikan Presiden Rusia Dmitry Medvedev - hadir sebagai anggota. Selain diikuti oleh sepuluh kepala negara anggota ASEAN, Rusia dan AS, EAS juga dihadiri oleh Perdana Menteri (PM) China Wen Jiabao, PM Australia Julia Gillard, Menlu Selandia baru Murray Mc Cully yang mewakili PM Jhon Key, PM India Manmohan Singh, PM Jepang Yoshihiko Noda dan Presiden Korea Selatan Lee Myun-bak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel