Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh

Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh membantah istrinya,Eny Anggraeni, terlibat korupsi pengadaan mebeler Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulbar. Karena itu, dia siap mengundurkan diri sebagai gubernur Sulbar, apabila istri atau anggota keluarganya terlibat korupsi. ”Saya siap mundur kalau memang terbukti. Jadi, saya serahkan semuanya kepada aparat penegak hukum karena sudah telanjur muncul di publik. Saya tegaskan lagi, istri tidak terlibat dalam kasus ini,” ungkap dia di Rujab Gubernur.

Dia mengaku tidak keberatan jika istrinya harus memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju atau menghadiri persidangan sekalipun. Menurutnya, semua itu bisa terjadi kepada setiap warga negara dan wajib dipenuhi demi penegakan hukum. Eny Anggraeni diduga terlibat kasus korupsi pengadaan mebeler rujab gubernur oleh Kejari Mamuju.

Dugaan itu berdasarkan bukti tanda pemesanan barang pada toko Ekstra Desain Furnitur di Jakarta Utara. Dalam nota tertera harga barang Rp530 juta. Jumlah itu di bawah pagu APBD 2011 sebesar Rp1,5 miliar. Anggaran menjadi Rp950 juta setelah dipotong pajak. Namun, pada praktiknya terjadi berbagai pemotongan anggaran yang dilakukan Kepala Biro Perlengkapan dan Aset Daerah Ashari Rasyid.

Kejanggalan lain yang ditemukan Kejari Mamuju adalah barang sudah tertata rapi di Rujab Gubernur Sulbar pada Agustus 2011. Sementara tender baru dilakukan pada September 2011. Kasi Pidana Khusus Kejari Mamuju Salahuddin barubaru ini mengatakan,pembelian itu sah-sah saja. Namun, ada beberapa variabel yang perlu dibuktikan keabsahannya dan tidak melawan hukum.

Dalam kasus ini, status Eny masih sebagai saksi. Sementara itu, Kejari Mamuju terus menyidiki sejumlah pihak yang mengetahui pengadaan barang ini, termasuk menetapkan dua tersangka, berinisial ISR dan AH.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel