1,7 Juta Kartu Jakarta Sehat Gratis

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo akan membagikan 1,7 juta Kartu Jakarta Sehat (KJS) tahap II dibeberapa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas). KJS Itu akan dibagikan sendiri oleh Jokowi pada pekan depan. "Kalau tidak hari Selasa, hari Rabu pekan depan, sudah disampaikan sebelumnya sebanyak 1,7 juta KJS akan dibagikan," ujar Jokowi di SMA Negeri 8 Jakarta, Tebet, Jakarta Barat, Jumat, 24 Mei 2013

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan ia sudah menentukan di Puskesmas mana saja KJS itu dibagikan "Saya akan bagikan di Puskesmas Koja, Pasar Rebo dan Kalideres," ucap Jokowi. Sebanyak 1,7 juta KJS yang akan dibagikan tersebut sudah dilengkapi dengan chip. Jadi ketika kartu itu di scan, maka data-data pemilik KJS akan diketahui. "Chip nanti biar langsung dilihat saja kalau sudah saya bagikan kartunya. Kita coba nanti di Puskemas," ucapnya.

Untuk diketahui, KJS sendiri, sudah diluncurkan sejak 10 November 2012 yang lalu. Pada tahap pertama itu dibagikan sebanyak 3 ribu KJS. Dan pada tahap ke-2 ini 1,7 juta akan dibagikan. KJS sendiri akan ditargetkan bisa dipakai 4,7 juta warga di DKI Jakarta.

Terkait program ini, sebelumnya,  ratusan dokter yang tergabung dalam Dokter Indonesia Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Senin 20 Mei. Para dokter itu mengaku ingin menuntut perbaikan sistem kesehatan, termasuk Kartu Jakarta Sehat.

Menurut Koordinator Demo Dokter Yosi Asmara yang sekaligus Dokter Spesuialis Anastesi di RSUD Tarakan, unjuk rasa dokter tidak bermaksud untuk menolak Kartu Jakarta Sehat yang selama ini menjadi andalan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

"Kami bukan menolak KJS tapi kami meminta perbaikan dari sistemnya. KJS itu bagus, bisa meringankan beban orang miskin. Tapi kalau orang kaya ikut berobat gratis bagaimana kami bisa melayani dengan baik," ujar Yosi saat ditemui di lokasi unjuk rasa. Foto demo para dokter bisa dilihat di tautan ini. "Kami menilai KJS itu baik, tapi sistemnya harus diperbaiki. Niatan baik sudah ada supaya masyarakat miskin bisa berobat. Tapi kalau orang kaya ikut datang kita harusnya mengobati 50 jadi 100 orang," ujarnya

Yosi mengatakan, kurang baiknya sistem kesehatan dari pemerintah lalu yang menjadi kambing hitam adalah dokter dan rumah sakit. Pasalnya yang menjadi ujung tombak terdepan dalam masalah kesehatan adalah dokter. "Gara-gara sistem yang kurang baik, dokter yang pertama menjadi korban. Lalu kedua adalah rumah sakit.  Gara-gara sistem yang buruk jangan sampai kita yang terjepit terus," ujar Yosi.

Baca juga: Zodiak Virgo Hari Ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel